Hari Ketigapulu Enam - Senam Jari


Assalamualaikum wr. Wb.
Hello mina  - san..

Jumpa lagi dengan saya Khoerul Anam alias ANIGATO dalam KISAH PKL AKAKOM hari ini.
Kisah hari ini dimulai seperti kisah – kisah yang sebelumnya, yaitu dengan bangun pagi. Saya bangun pukul 05:30 AM, niat saya mau langsung mandi tapi karena keadaan agak dingin jadi saaya mengurung niat saya. Saya diam dulu di dalam kamar. Hingga entah pukul berapa tadi saya lupa, Agung mengetuk pintu kamar saya (mungkin membangunkan saya tapi saya sudah bangun). Dia terus mengetuk pintu kamar saya dan memanggil saya, tapi saya diam saja hingga akhirnya dia membuka pintu kamar saya dan alhasil saya ketahuan sudah bangun.

Setelah itu saya pun berenjak dari kasur dan langsung membawa handuk di tempat jemuran dan mengambil peralatan mandi saya. Saya pun mandi dengan sedikit kedinginan. Saya mencuci pakaian dulu sebelum mandi, yah biasanya mandi dulu baru mencuci tapi kali ini saya ingin mencoba hal yang baru. Setelah mencuci, saya gantung pakaian saya yang siap dijemur itu di gantungan baju di kamar mandi. Baru setelah itu saya mandi, tapiiiiiii saat sedang menggosok badan dengan sabun, tiba – tiba sabun itu meloncat dengan indahnya lalu masuk ke dalam kloset. Alhasil saya mandi tanpa menggunakan sabun :v.

Setelah mandi, saya menjemur pakaian saya dan berpakaian karasuno dengan rapih lalu membereskan peralatan untuk pkl hari ini. Setelah selesai, saya membeli makanan ringan untuk sarapan pagi ini. Setelah sarapan, saya mencuci piring saya lalu membersihkan pakaian saya yang banyak noda putih. Mungin waktu mencuci kemarin saya ga bener bilasnya. Selesai melakukan hal itu, kami berempat pun berangkat ke kampus.

Sampai di kamus kami masuk ruangan, beberapa menit kemudian kak hafidz datang. Untung saja kami sudah ada di dalam ruangan, kalau masih diluar…. Wah pasti kena hukuman yang membuat ribet nih. Beberapa menit lagi kak hafidz masuk ruangan dan memerintahkan kami untuk membawa proyektor, dan ditto pun mengambilnya.

Setelah proyektor diambil dan dipasangkan, kak hafidz hanya diam lalu 10 menit kemudian dia bertanya kepada kami siapa saja yang jarang menulis blog, banyak dari kami yang tidak membuatnya, hingga kak hafidz menanyakan satu persatu setiapp anak. Untung saja saya tidak ada yang kektinggalan blognya. Lalu kami pun diberi nasehat olehnya, dan diberi peringatan agar kami rajin membuat blog. Kata kak hafidz, kami membuat blog bukan untuk absensi, tapi untuk melatih jari kami agar sering mengetik (walaupun saya membuat blognya di hp).

Setelah kak hafidz ngomong panjang lebar di depan, dia menyuruh kami untuk mengetik. Dengan ketentuan :

1.      RPL mengetik materi android studio
2.      TKJ mengetik cerita karangan sendiri
3.      Yang lain mengetik meteri terserah mereka yang pernting berhubungan dengan jurusan mereka

Kami semua diberi waktu hingga besok untuk menyelesaikan tugas ini. Kami harus mengetik 14 lembar dengan 80 % tulisan dan 20 % gambar. Setelah mendengar aba – aba mulai dari kak hafidz, kami semua pun serompak mulai mengetik apa yang tadi kak hafidz perintahkan.

Kami semua pun terus mengetik hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12:00,kami semua keluar kecuali kami beremmpat sempat diam dulu di ruangan, mungin 1 menit. Kemudian kami berempatpun pergi dari ruangan dan menuju warteg untuk mengisi energy kami yang cukup terkuras tadi saat mengetik. Selesai makan, kami sholat dan melanjutkan mengetik hingga pukul 12:57 PM kami berhenti mengetik dan kemballi ke kampus.

Sesampainya di kampus, kami langsung duduk dan melanjutkan mengetiknya. Hingga pukul 01:47 PM saya selesai duluan dengan mengetik 14 halaman dan 3015 kata. Sementara yang lain terus mengerjakan hingga waktu pulang tiba, kecuali Rayen, dia juga selesai pukul 02:30 PM.

Dibawah ini adalah hasil dari tugas mengetik saya :

Mengenal Android Studio
               Android Studio adalah Lingkungan Pengembangan Terpadu – Integated Development Enviroment (IDE) untuk pengembangan aplikasi Android, berdasarkan IntelliJ IDEA. Selain merupakan editor kode IntelliJ dan alat pengambangan yang berdaya guna, Android Studio menawarkan fitur lebih banyak untuk meningaktkan produktifitas anda sat membuat aplikasi Android, misalnya:

1.      Sistem versi berbasis Gradle yang flexible
2.      Emulator yang cepat dan kaya fitur
3.      Lingkungan yang menyatu untuk pengembangan bagi seua perangkat Android
4.      Instant Run untuk mendoraong perubahan ke apllikasi yang berjalan tanpa membuat APK baru
5.      Template kode dan integrasi GitHub untuk membuat fitur aplikasi yang sama dan mengimpor kode contoh
6.      Alat pengujian dan kerangka kerja ekstensif
7.      Alat Lint untuk meningkatkan kinerja, kegunaan, kompabilitas versi dan masalah – masalah lain
8.      Dukungan C++ dan NDK
9.      Dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform, mempermudah pengintegrasian Google Cloud Messaging dan App Engine
Laman ini berisi pengantar dasar fitur – fitur Android Studio. Untuk memperoleh rangkuman perubahan terbaru, lihat catatan Rilis Android Studio.
Struktur Proyek
               Setiap proyek di Android Studio berisi satu atau beberapa modul dengan file kode sumber dan file sumber daya. Jenis – jenis modul mencangkup :
1.      Modul aplikasi Android
2.      Modul Pustaka
3.      Modul Google App Engine
Gambar 1. File proyek di tampilan android
Secara default, Android Studio akan menampilkan dile proyek anda dalam tampilan proyek Android, seperti yang ditampilkan dalam gambar 1. Tampilan dissun berdasarkan modul untuk memberikan akses cepat ke file sumber utama proyek anda.
               Semua file versi terlihat di bagian atas di bawah Gradle Scripts  dan masing – masing modul aplikasi berisi folder berikut:
1.      Manifest :  berisi dile AndroidManifest.xml
2.      Java : berisi file kode sumber Java, termasuk  kode pengujian JUnit.
3.      Res : berisi semua sumber daya bukan kode, seperti tata letak XML, string UI, dan gambar bitmap.
Struktur proyek Android pada disk berbeda dari representasi rata ini. Untuk melihat struktur file sebenarnya dari proyek inim, pilih Project dari menu Tarik turun Project(dalam gambar 1, struktur ditampilkan sebagai Android).
Anda juba bisa menyesuaikan tampilan file proyek untuk berfokus pada aspek tertentu dari pengembangan aplikasi anda. Misalnya memilih tampilan Problems  dari tampilan proyek anda akan menampilkan tautan ke file sumber yang berisi kesalahan pengkodean dan sintaks yang dikenali, misalnya penutup elemen XML tidak ada dalam file tata letak.
Gambar 2. File proyek dalam tampilan problems, menampilkan file tata letak yang bermasalah.

AntarMuka Pengguna
               Jendela utama Android Studio terdiri dari beberapa bidang logika yang diidentifikasi dalam gambar 3.
Gambar 3. Jendela utama Android Studio
1.      Bilah alat memungkinkan anda untuk melakukan berbagai jenis tindakan, termasuk kmenjalankan aplikasi idan meluncurkan alat Android.
2.      Bilah navigasi membantu anda bernavigasi di antara proyek dan membuka file untuk diedit. Bialh ini memberikan tampilan struktur yang terlihat lebih ringkas dalam jendela Project.
3.      Jendela editor adalah tempat anda membuat dan memodifikasi kode. Bergantung pada jenis file saat ini, editor dapat berubah. Misalnya, ketiika melihat dile tata letak, editor menampilkan Layout editor.
4.      Bilah jendela alat muncul di luar jendela IDE dan berisi tombol yang memungkin kan anda meluaskan atau menciutkan jendela alat individual.
5.      Jendela alat  memberi anda akses ke tugas tertentu seperti pengolaan proyek, penelusuran, control versi, dan banyak lagi. Anda bisa meluaskan dan juga menciutkannya.
6.      Bilah status menampilkan statys proyek anda dan IDE itu sendiri, serta setiap peringatan atau pesan.
Anda bisa menata jendela utama untuk memberi anda ruang layar yang lebih luas dengan menyembunyikan atau meindahkan biliah alat dan jendela alat. Anda juga bisa menggunakan pintasan keyboard untuk mengakses sebagian besar fitur IDE.
Anda dapat menulusuri seluruh kode sumber, basis data, tindakan, elemen anatar muka pengguna, dan seterusnya setiap saat dengan menekan tombol Shift dua kali, atau mengeklik kaca pembesar di sudut kanan atas dari jendela android studio. Ini akan sangat berguna misalnya saat anda mencoba menemukan tindakan IDE tertentu yang anda lupakan cara memicunya.

Jendela Alat
               Daripada menggunakan prespektid yang diatur sebelumnya, android studio mengikuti konteks anda dan secara otomatis memunculkan jendela alat yang releval saat anda bekerja. Secara default,alat yang tersering dipakai akan disematkan ke bilah jendela alat di tepi jendela aplikasi.
1.      Untuk meluaskan atau menciutkan jendela alat, klik nama alat di bilah jendela alat. Anda juga bisa menyeret, menyematkan , melampirka dan melepaskan jendela alat.
2.      Untuk kemballi ke tata letak jendela alat default saat ini, klik  Windows > restore Default Layout atau sesuaikan tata letak default anda dengan mengeklik  Windows > Store Current Layout as Default
3.      Untuk mwnampilka atau menyembunyikan bilah jendela alat, klik ikon jendela di sudut kiri bawah jendela android studio.
4.      Untuk menemukan jendela alat tertentu, arahkan ke atas ikon jendela dan pilih jendela tersesbut dari menu.
Anda juga bisaa menggunakan pintasan keyboard untuk membuka jendela alat. Tabel 1 mencantumkan pintasan jendela paling umum.
Tabel 1. Pintasan keyboard ke beberapa jendela alat yang penting
Jendela Alat
Windows dan Linux
Mac
Proyek
Alt + 1
Command + 1
Kontrol Versi
ALT + 9
Command + 9
Run
Shift + F10
Control + R
Debug
Shift + F9
Control + D
Android Monitor
ALT + 6
Command + 6
Kemballi ke Editor
Esc
Esc
Menyembunyikan semua jendela alat
Ctrl + Shift + F12
Command + Shift + F12

Jika anda ingin menyembunyikan semua bilah alat, jendela alat, dan tab editor, klik ** View > Enter Distraction Free Mode**. Ini akan mengaktifkan Distraction Free Mode.  Untuk keluar dari Distraction Free Mode, klik **View > Exit Distraction Free Mode**.
Anda bisa menggunakan Speed search  untuk menelusuri dan memfilter di dalam sebagian besar jendela alaat dalam android studio. Untuk menggunakan Speed Search, pilih jendela alat lalu ketik kueri penelusuran anda.

Pelengkapan Kode
Android studio memiliki tiga jenis pelengkapan kode, yang bisa anda akses memakai pintasan keyboard.
Tabel 2. Pintasan keyboard untuk pelengkapan kode
Tipe
Keterangan
Windows dan Linux
Mac
Pelengkapan Dasar
Menampilkan saran dasar untuk variable, tipe, metode, enkripsi dan seterusnya. Jika anda melihat lebih banyak hasil, termasuk anggota pribadi dan anggota statis yang tidak di impor
Control + Space
Control + Space
Pelengkapan Cerdas
Menampilkan opsi relevan berdasarkan konteks. Pelengkapan cerdas mengetahui tipe yang diharapkan dan alur data. Jika anda memanggil pelengkapan dcerdas dua kali berturut – turut, anda akan melihat lebih banyak hasil, termasuk rantai
Control + Shift + Space
Control + Shift + Space
Pelengkapan Pernyataan
Membantu anda melengkapi pernyataan saat ini, menambahkan tanda kurung, tanda kurung siku, tanda kurung kurawal, pemformatan, dsb
Control + Shift + Enter
Control + Shift + Enter

Anda bisa melakukan perbaikan cepat dan menunjukan tindakan maksud anda denganmenekan Alr + Enter.

Menemukan Contoh Kode
Browser contoh kode di android studio membantu anda menemukan contoh kode berkualitas tinggi yang disediakan Google berdasarkan symbol yang sat ini disorot dalam proyek anda.

Navigasi
Berikut beberapa tip untuk membantu anda menjelajahi di dalam android studio.
1.      Beralih antar file yang beru saja di akses menggunakan tindakan Recent Files. Tekan  Control + E (Command + E pada Mac) untuk memunculkan tindakan Recent Files.secara default, akses yang terakhir dipilih. Anda juga bisa mengakses jendela alt mana saja melalui kolom kiri dalam tindakan ini.
2.      Tampilkan struktur file saat ini menggunakan dile structure. Memunculkan tindakan File Structure dengan menekan Control + F12 (Command + 12 pada Mac).  Menggunakan tindakan ini, anda bisa menavigasi dengan cepat ke bagian mana pun dari file anda saat ini.
3.      Telusuri dan masuk ke kelas tertentu di proyek menggunakan tindakan Navigate to Class. Munculkan tindakan dengan menekan  Control + N (Command + O pada Mac). Avigasikan ke kelas yang mendukung ekspresi canggih, termasuk CamelHumps, jalur, baris menavigasi ke, nama tengah pencocokan, dan banyak lagi. Jika anda memanggilnya dua kali berturut – turut, hasil dari kelas proyek akan ditampilkan.
4.      Masuk ke file atau folder menggunakan tindakan “Navigate to File”. Munculkan Navigate to File dengan menekan Control + Shift + N (Command + Shift + O  pada Mac). Untuk menelusuri folder dan bukan file, tambahkan / di akhir ekspresi anda.
5.      Masuk ke mode atau bidang menurut nama menggunankan tindakan Navigate to Symbol. Munculkan tindakan Navigate to Symbol dengan menekan  Control + Shift + Alt + N (Command + Shift + Alt + O pada Mac).
6.      Temukan semua bagian kode yang merujuk kelas, metode, bidang, parameter, atau pernyataan di posisi kursor saat ini dengan menekan Alt + F7.
Gaya dan Pemformatan
Saat anda mengedit, android studio menerapkan pemformatan dan gayan seperti yang diterapkan dalam gaya kode. Anda dapat menyesuaikan setelan gaya kode dengan bahasa pemrograman, termasuk menetapkan konvensi untuk tab dan inden, spasi, pembungkusan dan tanda kurung kurawal, dan baris kosong. Untuk menyesuaikan gaya kode, klik  File > Setting > Editor > Code Style(Android Studio > Preferences > Editor > Code Style pada Mac).
Meski IDE otomatis menerapkan pemformatan saat anda bekerja, anda juga dapat secara eksplisit memanggil tingakan Reformat Code dengan menekan  Contrl + Alt + L (Opt + Command + L  pada Mac). Atau inden otomatis m=semua biaris dengan menekan Control + Alt + I (Alt + Option + I pada Mac).
Gambar 6. Kode setelah pemformatan

Dasar – Dasar Kontrol Versi
Android studio mendukung berbagai versi system control, termasuk Git, GitHub, VCS, Mercurial, Subversion, dan Penyimpanan Google Cloud Source.
Setelah mengimpor aplikasi anda ke dalam android studio, gunakan opsi menu android studio VCS untuk mengaktifkan dukungan VCS bagi system control versi yang diinginkan, membuat oenyimpanan, mengimpor file baru ke dalam control versi. Dan melakukan pengoperasian control versi lainnya :
1.      Dari menu Android studio VCS , klik  Enable Verdion Control Integration
2.      Dari menu tatik – turun, pilih system control versi yang terkain denga akar proyek, lalu klik OK.
Menu VCS sekarang menunjukan sejumpah opsi control versi berdasarkan system yang anda pilih.


Sistem Versi Gradle
Android studio menggunakan Gradle sebagai dasar system versi, dengan kemampuan khusu android yang disediakan opeh Plugin Android untuk Gradle. System ini bisa berjalan sebagai alat terpadu dari menu android studio dan secara independen dari baris perintah. Anda bisa menggunakan fitur- fitur siste versi untuk melakukan yang berikut :
1.      Menyesuaikan, menonfigurasi, dan memperluas proses pembangunan.
2.      Membuat beberapa APK untuk aplikasi iandroid anda, dengan aneka fitur menggunakan proyekk dan modul yang sama. Menggunakan kembali kode dan sumber daya pada seluruh set sumber.
Dengan menerapkan flexibilitas Gradle, anda dapat mencapai semua ini tanpa mengubah file sumberinti aplikasi. Fole versi android studio diberi nama build-gradle. File ini adalah teks biasa yang menggunakan Groovy mengkonfigurasi versi dengan elemen yang disediakan oleh plugin android studio untuk Gradle. Masing- masing proyek memiliki file versi level atas untuk seluruh proyek dan dile versi level modul terpisah untuk setiapmodul. Saat anda mengimport proyek saaat ini, android studio otomatis menghasillkan file versi yangdiperlukan.

Varian Versi
System versi dapat membantu anda membuat versi berbeda dari aplikasi yang dari ssaatu proyek. Ini berguna ketika anda sama – sma memiliki versi gratis dan versi berbayar dari pallikasi, atau juka anda ingin mendistribusikan bebrapa APK untuk perangkat berbedan di Google Play.

Pemisaha APK
Pemisahan APK memungkinkan anda untuk membuat bebetapa APKK berdasarkan kepadatan layar atau ABI. Misalnya pemisah APK memungkinkan anda untuk membuat versi hdpi dan mdpi terpisah dari aplikasi sembari masih mempertimbangkannya sebagai salah satu varuan dan memungkinkan untuk berbagi setelah aplikasi pengujian, java, dx, san ProGuard.

Penyusutan Sumber Daya
Penyusutan sumber daya di android studio secara otomatis membuang sumber daya yang tidak terpakai dari aplikasi terkemas dan dependensasi perpustakaan. Misalnya, jika apliasi anda menggunakan layanan google play untuk mengakses fungsi google drive dan saat ini anda tidak memakai google sign-in, maka penyusutan sumber daya dapat membuang berbagai asset yang dapat digambar untuk tombol SignInButton.



Mengelola Depensasi
Depensasi untuk proyek anda ditetapkan oleh nama dalam file build.grafle. gradle ini menanganip penemuan depansasi anda dan menyediakan di versi anda. Anda bisa mendeklarasikan depensasi modul, depensasi biner jarak jauh, dan depensasi biner setempat dalam file build.gradle anda. Android studio mengkonfigurasi proyek untuk menggunakan penyimpanan pusat maven secara default. (konfigurasi ini disertakan dalam file versi tingkat atas untuk proyek tersebut).

Alat Profil dan Debug
Android studio membantu anda dalam melakukan debug dan meningkatkan kinerja kode anda, termasuk alat debug inline dan analisis kinerja.

Debug Inline
Gunakan debug inline untuk meningkatkan langkah – langkah kode anda dlama tampilan debugger dengan vertifikasi inline dari nilai referensi, ekspresi, dan variable. Informasi debug inline meliputi :
1.      Nilai variable inline
2.      Objek perujuk yang merujuk objek terpilih
3.      Nilai kembalian metode
4.      Ekspresi operator dan Lambda
5.      Nilai keterangan alat
Gambar7.  Nilai variable inline.
Untuk mengaktidkan debug inline, di jendela  Debug,  klik Setting dan pilih kotak centang untuk  Show Values Inline.

Pemantauan Kinerja
Android studio menyediakan pemantauan kinerja agar anda dapat lebih mudah melacak memori dan CPU aplikasi anda, menemukan aobjek yang dibatalkan alokasinya, menemukan kobocoran memori, mengoptimalkan performa grafis, menganalisis permintaan jaringan, dengan aplikasi yang berjalan pada perangkat atau emulator, buka jendela alat Android Monitor, lalu klik tab  Monitors.

Heap Dump
Saat anda memantau penggunaan memori di android studio, anda bisa secara bersamaan memulai pengumpulan sampah dan membuang heap Javaa ke cuplikan heap dalam file format biner HPROP kkhusus-android. Penampil HPROF menampilkan kelas, instance setiap kelas dan pohon referensi untuk membantu anda melacak penggunaan memori dan menemukan kebocoran memori.

Pelacak Alokasi
Android studio memungkinkan anda melacak alokasi memori saat memantau penggunaan memori. Melacak alokasi memori memungkinkan anda untuk memantau tempat objek dialokasikan saat anda melakukan tindakan tertentu. Mengetahui alikasi ini memungkinkan anda untuk mengoptimalkan kinerja aplikasi dan penggunaan memori dengan menyesuaikan metode panggilan yang terkait dengan tindakan tersebut.

Akses File Data
Alat Android SDK, seperti Systrace, logcat, dan Traceview, menghasilkan data kinerja dan debut untuk analisis aplikasi secara detail.
Untuk melihat ketersediaan file daya yang dihasilkan, buka jendela alat Captures. Dalam daftar file yang dihasilkan, klik ganda file tersebut untuk melihat datanya. Klik kanan file .hprof untuk mengonversinya ke format file standar .hprof.

Pemeriksaan Kode
Kapan pun ada mengompilasi program, android studio secara otomatis akan menjalankan Lint yang telah dikonfigurasi dan pemeriksaan IDE untuk membantu anda mengidentifikasi dan memperbaiki masalah secara mudah dengan kualitas struktur kode anda.
Alat Lint memeriksa file sumber proyek android studio anda dari kemungkinan bug dan perbaikan optimalisasa untuk keakuratan, keamanan, kinerja, kegunaan. Aksebilitas, dan internasionalisasi.
Gambar 8. Hasil pemeriksan Lint di Android Studio
Selain pemeriksaan Lint, android studo juga melakukan pemeriksaan kode IntelliJ dan memvalidasi anotasi untuk merampingkan alur kerja pengkodean anda.

Anotasi di Android Studio
Android studio mendukung anotasi untuk variable, parameter, dan mengembalikan nilai untuk membantu menangkap bug, misalnya pengecualian pointer no dan konflik tipe sumber daya. Android SDK manager memaketkan perpustakaan di android studio support repository untuk digunakan dengan Android studio. Android Studio akan memvalidasi anotasi yang di kondigurasi selama pemeriksaan kode.

Pesan Log
Saat membuat da menjalankan aplikasi dengan android studio, anda bisa melihat pesan output dan log perangkat dan adb(logcat) denagn mengetik Android Monitor di bagian bawah jendela.
Jika anda ingin mem – bug aplikasi dengan Pantauan Perangkat Android, anda bisa membuka pantauan perangkat dengan mengeklik  Tools > Android > Android Device Monitor. Dalam device monitor anda bisa menemukan seperangkat alat lengkap DDMS untuk mengidentifikasi aplikasi, mengontrol perilaku perangkat, dan sebagainya,. Juga disertakan alat Hierarchy Viewer untuk membantu mengoptimalkan tata letak anda.

Layout Android Studio
            Layout adalah sebuah tampilan dari aplikasi android. Dimana padad layout kita bisa menata komponen – komponen aplikasi seperti : foto, teks, video, maupun komponen lainnya secara mudah. Layout fungsinya mirip dengan kertas, yaitu sebagai media untuk membuat desain tampilan aplikasi android. Dibawah ini adalah macam – macam layout dalam android studio:

1.      Linear Layout


Linear Layout adalah layout yang menjajarkan semua chilid view-nya  dalam satu arah, secara vertical atau horizontal. Anda bisa menetapkan arah layout dengan atribut android:orientation.

Semua naak LinearLayot akan ditumpuk satu sama lain, jadi daftar vertical hanya akan memiliki satu anak per baris, seberapa pun lembarnya, dan daftar horizontalnya hanya akan setinggi satu baris(tinggi anak yang tertinggi, ditambah pengisi). LinearLayout akan mengikuti margin antara anak dan grafity (sejajar kanan, tengah atau kiri) setiap anak.

2.      Relative Layout


Relative Layout adalah layout yang penataan nya ini adalah penataan yang menempatkan widget – widget di dalamnya seperti layer, sehingga sebuat widget dapat berada di atas, di bawah widget lainnya atau dengan kata lain Relative layout merupakan layout yang penataannya lebih bebas (Relative) sehingga bisa ditata di mana saja.

Jadi dapat diartikan bahwa Relative Layout adalah desain tampilan pada aplikasi dengan tata letak objek atau komponen secara bebas tanpa aturan sesuai orientasi (horizontal dan vertical) seperti yang diterapkan pada Linear Laout.

3.      Constraint Layout

Sebenarnya constraint layout mirip dengan Relative Layout, karena letak viewnya bergantung pada view lain dalam satu layout ataupun dengan parent layoutnya. Contaohnya di relativelayout kita bisa meletakan sebuah view diatas, di bawah, atau disamping view lain. Kita juga dapat mengatur posisinya berdasarkan prarent  layout menggunakan tag seperti centerVertikal, alignParentBottom, dll. Akan tetapi, Constraint Layout jauhlebih fleksibel dan lebih mudah digunakan dai layout editor.

Pada Constraint Layout setiap View memiliki tali (constraint) yang menarik tiap sisinya, yang mana tali tersebut bisa kita atur elastisitas. Margin, dsb. Tali tersebut wajib kita “ikatkan” kepada anchor point atau suatu titik yang dapat berupa sisi dari parent layout, view lalin, ataupun titik bantu (helper) yang bisa kita buat sendiri.

4.      Frame Layout


Frame Layout adalah layout yang biasanya digunakan untuk membuat objek yang saling bertindihan contohnya yaitu kita membuat button di atas image.

5.      Table Layout


Table Layout adalah layout yang digunakan untuk membanyun user interface (tampilan antar muka atau UI) aplikasi android dengan berdasarkan baris dan kolom, mirip sekali dengan struktur tabel pada HTML. Table layout terdiri dari :

a.      Row/baris pada dasarnya digunakan untuk menyimpan satu jenis record, hanya satu informasi yang dapat disimpan.
b.      Kolom adalah sub bagian terbagi dari setiao baris dan satu baris dapat menampung beberapa jenis kolom. Setiap kolom terdiri dari jenis informasi yang berbeda mengenai beris tersebut.

Tag Table Layout
Dibawah ini adalah beberapa tag dari Table Layout :
a.      TableLayout : tag pembuka untuk menggunakan tableLayout
b.      TableRow : tag untuk membuat baris

6.      Scroll View


Dalam pengembangan aplikasi android biasanya sering terkendala dengan ukuran tampilan layar.  Content yang ingin dimasukan cukup banyak sehiingga layar tidak dapat menampilkannya dalam satu layar. ScrollView digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

Jadi initinya scrollview adalah layout yang digunakan jika konten yang akan dimuat itu banyak, sekiranya jika ditampilkan dalam 1 halaman itu kurang.

7.      Kombinasi Layout

Beberapa layout dari kelima jenis nya dapat dikombinasikan. Kombinasi layout tersebut bertujuan agar antarmua atau user interface yang dibangun menjadi lebih bagus dan sesuai dengan keinginan. Kombinasi layout dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan antarmuka atau user interface.


0 Response to "Hari Ketigapulu Enam - Senam Jari"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel